BBM akan menjadi 6500 per Liter

BBM Naik Rp2.000/Liter?

Vivanews.com
Denny Armandhanu, Winda Yanti ,  | Rabu, 29 Februari 2012, 03:03 WIB

VIVAnews – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memilih opsi kedua yaitu mematok subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp2000 per liter karena dinilai lebih fleksibel.

“Pemerintah pilih kedua, karena opsi kedua lebih fleksibel, jadi kalau naik turun sedikit akan terus disubsidi.” kata Menteri ESDM, Jero Wacik usai Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa 28 Februari 2012.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah mempunyai dua opsi terkait BBM bersubsidi. Opsi pertama, menurunkan subsidi Rp1.500 sehingga BBM naik dari Rp 4.500 menjadi Rp6.000 kembali seperti Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I dan opsi kedua dengan mematok penurunan subsidi Rp2.000 per liter, sehingga harga BBM menjadi Rp6.500 per liter.

Jero mengatakan pemerintah mempunyai dua opsi mengingat harga minyak dunia sudah mengalami kenaikan dimana rata-rata harga minyak mentah (ICP) sekarang sudah menembus US$121 per barel.

“Kemarin Januari saya tanda tangan harga minyak mentah US$115 per barel dimana asumsi APBN US$90 per barel kelihatan jauh. Nah sekarang rata-rata harga minyak mentah kita sudah US$121 per barel. Dilihat dari segi harga minyak mentah, APBN kita akan tertekan.” ujar Jero.

Apalagi, lanjut Jero, dengan melihat pertumbuhan dunia yang memengaruhi harga minyak dunia dan suasana geopolitik di Iran. “Maka asumsi-asumsi yang sudah diadakan di APBN tahun 2012 banyak yang menyimpang dan signifikan.” kata Jero.

“Karena itu kita harus segera mengambil langkah tentang APBN tapi kita juga harus jaga masyarakat menangah kebawah, karena mereka rentan” tambah Jero.

Maka dari itu, Jero mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi u rencana kenaikan harga BBM. “Tenang saja, kami dengan DPR akan cari formula yang baik, kalau APBN mengalami kenaikan nantinya akan ada kompensasi kepada masyarakat yang tergolong miskin supaya tidak terlalu berat.” kata Jero.

Jero mengatakan bahwa sesuai dengan petunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar kalau kantong pemerintah kempes jangan rakyat saja yang disuruh berkorban, pemerintah juga harus berkorban. “Maka dari itu, APBN kami juga akan dikurangi, proyek dan gedung bisa ditunda untuk mengamankan APBN,” kata Jero. (umi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s