Bulan Kelahiran Bisa Pengaruhi Kesehatan

Bulan Kelahiran Bisa Pengaruhi Kesehatan

Putro Agus Harnowo : detikHealth

detikcom – Jakarta, Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara temperamen dan kesehatan dengan bulan kelahiran seseorang. Pada orang yang mengalami kelebihan berat badan, bisa jadi karena ia dilahirkan ketika musim dingin.

Horoskop atau ramalan berdasarkan zodiak dan waktu kelahiran memang bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Tapi kenyataannya, waktu kelahiran seseorang mempengaruhi kehidupannya.

Ratusan penelitian yang diterbitkan dalam berbagai jurnal telah menunjukkan bahwa bulan kelahiran seseorang berhubungan dengan karakteristiknya seperti temperamen, umur panjang dan kerentanan terhadap penyakit tertentu.

Para ilmuwan mengatakan bahwa beberapa temuan ini mungkin palsu, tapi jika melihat kenyataan yang ada, beberapa hal memiliki kesesuaian yang bisa jadi adalah kebetulan.

Efek lainnya bisa jadi sangat nyata, bukan disebabkan oleh kesejajaran planet-planet, tetapi karena pengaruh lingkungan selama kehamilan dan awal kehidupan.

Berikut adalah pengaruh musim terhadap kesehatan dan kepribadian seseorang yang telah ditemukan dalam beberapa jurnal ilmiah seperti dilansir LA Times, Senin (30/1/2012):

1. Musim dingin (22 Desember – 20 Maret):

Berat badan:
Pria yang dilahirkan pada bulan ini cenderung mengalami obesitas. David Phillips dari University of Southampton di Inggris menganalisis berat badan dari 1.750 orang lansia Inggris dan menemukan bahwa 13,8% pria yang lahir pada bulan Januari – Maret mengalami obesitas.

Hanya 9,4% dari mereka yang dilahirkan pada bulan Oktober sampai Desember. namun pada wanita, kecenderungan ini menjadi kurang jelas.

Phillips berpendapat bahwa paparan suhu dingin pada awal kehidupan mungkin memicu pengembangan jaringan lemak dan mempengaruhi obesitas di masa dewasa. Penelitian laboratorium mendukung teori ini.

Tikus yang terkena suhu dingin sebelum atau segera setelah dilahirkan menyimpan lebih banyak energi dalam bentuk lemak, bahkan ketika suhu tak lagi dingin.

Temperamen:
Penelitian di tahun 2004 terhadap 448 orang menemukan bahwa orang berusia 20 – 45 tahun yang lahir selama musim dingin (Oktober-Maret) lebih mungkin memiliki sifat suka mencari hal yang baru, penasaran, tidak suka hal yang monoton, dan cenderung memilih hobi menyelam daripada Sudoku.

Namun ketika usianya di atas 45 tahun, orang yang lahir pada musim dingin kurang tertarik pada hal-hal baru daripada yang dilahirkan pada musim panas. Hal ini menunjukkan bahwa mereka lebih cepat menetap.

“Musim lahir mempengaruhi temperamen, namun kita tidak tahu persisnya mengapa. Mungkin ada hubungannya dengan kadar serotonin dan dopamine, bahan kimia otak yang penting dalam pembentukan kepribadian. Sepanjang tahun, produksi hormon ini berfluktuasi dalam tubuh ibu dan dapat mempengaruhi perkembangan janin. Penelitian pada hewan menunjukkan fluktuasi tersebut disebabkan oleh perubahan panjang hari,” kata Lars-Göran Nilsson, psikolog di Universitas Stockholm di Swedia.

Skizofrenia:
Presentase penyakit mental ini pada populasi umum adalah sekitar 1%, tapi orang yang dilahirkan di musim dingin lebih rentan mengalaminya.

Hasil pengamatan yang diterbitkan pada tahun 1999 di New England Journal of Medicine, menemukan bahwa orang yang lahir pada awal Maret di belahan bumi utara memiliki kemungkinan 11% lebih besar mengalami skizofrenia dibandingkan dengan yang lahir pada awal Juni atau awal Desember.

Namun di belahan bumi bagian selatan khatulistiwa, pola ini terbalik. Orang yang lahir di bulan Agustus dan September memiliki risiko terendah untuk mengalami skizofrenia.

2. Musim semi (22 Maret – 21 Juni)

Tinggi:
Menurut Gerhard Weber, antropolog di Universitas Wina, orang yang lahir pada musim semi cenderung lebih tinggi badannya. Ia menganalisis pengukuran yang dilakukan Tentara Federal Austria terhadap lebih dari setengah juta pria.

Weber menemukan bahwa perekrutan pria tertinggi adalah pada orang yang lahir pada bulan April, dan yang terpendek dilahirkan pada bulan Oktober.

Meskipun perbedaan rata-ratanya cukup kecil (0,2 inci atau 0,5 cm), temuan yang dilaporkan pada tahun 1998 di jurnal Nature ini secara statistik signifikan.

Weber dalam penelitiannya berspekulasi bahwa efek ini bisa disebabkan konsentrasi hormon melatonin di dalam tubuh ibu. Hormon ini tergantung oleh paparan cahaya dan merangsang pengeluaran hormon pertumbuhan.

Multiple sclerosis:
Kelahiran musim semi memiliki risiko tinggi penyakit multiple sclerosis. Penyakit ini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Penelitian telah menetapkan bahwa semakin tinggi letak garis lintang suatu negara, semakin tinggi prevalensi multiple sclerosis.

Di antara negara-negara Australia, risiko di Queensland yang beriklim subtropis lima kali lipat lebih besar dibandingkan di Tasmania yang beriklim tropis.

Sebuah penelitian tahun 2005 terhadap 17.874 orang pasien Kanada dan 11.502 orang pasien Inggris menemukan bahwa mereka yang lahir pada bulan Mei memiliki 23% peningkatan risiko multiple sclerosis dibandingkan dengan yang lahir di bulan November.

Penyebabnya diduga karena kekurangan konsentrasi vitamin D pada ibu ketika akhir trimester kedua atau ketiga kehamilan

3. Musim panas (22 Juni – 22 September)

Kebiasaan Tidur:
Penelitian menemukan bahwa orang-orang yang berulang tahun pada bulan Juni – September lebih suka begadang dibandingkan dengan yang lahir di musim dingin.

Sebuah survei terhadap 5.720 orang mahasiswa Eropa yang diterbitkan tahun 2009 dalam jurnal Sleep menunjukkan bahwa orang yang lahir pada bulan Agustus memulai tidurnya 19 menit lebih lambat dari rata-rata.

Sang peneliti, Vincenzo Natale dari University of Bologna, Italia, berpendapat bahwa jam internal tubuh telah ditetapkan saat pertama kali manusia dilahirkan.

Menurut Natale,di musim panas, sinar matahari berlimpah dan mempengaruhi jatuh tempo jam biologis. Tapi kecenderungan tidur larut malam juga sangat dipengaruhi oleh gen.

“Jika seseorang memiliki gen yang cenderung suka tidur larut malam lahir selama musim panas, ia akan menjadi tipe malam yang ekstrim. Tetapi jika ia lahir di musim dingin, ia akan berada di tengah-tengah,” kata Natale.

Kidal:
Orang yang lahir pada musim panas dan musim semi lebih besar kemungkinnya menjadi kidal.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1994 dalam jurnal Perceptual and Motor Skills memeriksa kecenderungan kidal antara pria wajib militer Perancis, pemain bisbol Amerika, dan dari data yang dikumpulkan oleh Biro Sensus AS.

Hasilnya, 41,2% dari seluruh orang kidal dilahirkan pada bulan Maret sampai Juli.

Profesor psikologi Maryanne Martin dari University of Oxford dan Gregory Jones dari University of Warwick mengkonfirmasi hasil ini pada tahun 1999. Mereka masih belum dapat menjelaskan mengapa perbedaan tersebut terjadi.

Faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi adalah variasi gizi ibu ketika hamil, paparan sinar matahari, suhu, atau infeksi musiman selama trimester kedua kehamilan.

Diabetes:
Anak-anak yang lahir di musim panas lebih mungkin terserang diabetes tipe 1. Pada penyakit ini, sistem kekebalan tubuh membunuh sel-sel dari dalam pankreas yang memproduksi insulin.

Dalam sebuah penelitian tahun 1999 terhadap 1.248 anak dengan diabetes di Swedia yang diterbitkan jurnal Archives of Disease in Childhood, anak-anak yang lahir di bulan Agustus lebih besar kemungkinannya terserang penyakit ini.

4. Musim Gugur (23 September – 21 Desember)

Rentang hidup:
Orang yang lahir di musim gugur memiliki kemungkinan besar hidup sampai usia tua. Sebuah penelitian tahun 2011 yang dimuat dalam Journal of Aging Research menganalisis bulan kelahiran 1.574 orang yang hidup sampai 100 lebih kemudian membandingkan dengan saudaranya.

“Saudara kandung orang yang dapat hidup mencapai usia 100 tahun yang lahir pada bulan September – November memiliki kesempatan 30 % – 50% lebih tinggi dapat hidup sampai 100 tahun dibandingkan dengan yang lahir di bulan Maret,” kata peneliti, Leonid Gavrilov dari Center on the Demography and Economics of Aging di University of Chicago.

Menurutnya, berbagai faktor penyebab dapat menjelaskan hal ini, antara lain : gizi ibu selama bulan-bulan terakhir kehamilan, infeksi musiman, suhu selama kelahiran atau konsepsi dan kadar vitamin D.

Alergi:
Penelitian yang dilakukan di Skandinavia, Belanda dan Jepang menunjukkan bahwa risiko alergi makanan yang lebih tinggi ditemukan pada anak yang lahir di musim gugur atau musim dingin dibandingkan yang lahir di musim panas.

Ahli alergi, Dr Milo Vassallo dari Brooklyn, NY, melihat 1.000 kasus lebih yang berhubungan dengan reaksi alergi makanan akut di rumah sakit Boston. Ia menemukan bahwa kelahiran musim gugur dan musim dingin memiliki kemungkinan mengalami alergi makanan 53% lebih tinggi. Menurutnya, hal itu bisa disebabkan oleh fluktuasi musiman vitamin D. Kekurangan vitamin D dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

“Karena sumber vitamin ini adalah dari sinar matahari dan suplemen, maka risiko alergi tergantung pada tempat tinggal. Garis lintang yang lebih tinggi dan fluktuasi yang berlebihan dalam paparan sinar matahari menyebabkan anak yang lahir pada musim gugur dan musim dingin di Boston lebih tinggi risikonya memiliki alergi dibandingkan dengan anak di Los Angeles,” kata Dr vassallo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s