Renungan Galungan

Kemenangan dharma melawan adharma

Kemenangan dharma melawan adharma adalah,

ketika ada orang yang menyakiti kita, kita tetap bersikap sabar-damai, penuh kebaikan dan kasih sayang.

Kemenangan dharma melawan adharma adalah,

ketika di tempat kerja semua orang korupsi dan tidak melaksanakan tugas-tugasnya, kita tidak ikut-ikutan korupsi, kita tetap bersikap penuh kejujuran dan tetap tekun melaksanakan semua svadharma atau tugas-tugas kita.

Kemenangan dharma melawan adharma adalah,

ketika ada pria / wanita mengajak kita untuk selingkuh, kita tidak tergoda untuk selingkuh dan tetap bersikap sabar-damai tidak marah kepadanya.

Kemenangan dharma melawan adharma adalah,

ketika ada orang yang tidak pernah melaksanakan tugas dan kewajibannya di banjar, tapi ketika dia ada pekerjaan adat kita tetap melayani dan membantunya dengan sepenuh hati.

Kemenangan dharma melawan adharma adalah,

ketika ada orang yang memfitnah dan berkata buruk kepada kita, kita tetap bersikap sabar-damai, penuh kebaikan dan kasih sayang.

 
Kemenangan dharma melawan adharma adalah : ketika kita mampu membalas segala bentuk godaan dan kejahatan dengan welas asih dan kebaikan.

Pulau Bali pernah memberikan contoh yang sangat terang kepada dunia tentang kemenangan dharma melawan adharma. Pulau Bali pernah di-bom dua kali, yang bukan saja membuat hilangnya nyawa banyak orang, tapi juga menghancurkan Bali secara ekonomi. Banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak orang usahanya bangkrut dan banyak orang hidupnya jadi sangat sengsara. Tapi tidak ada satupun tempat ibadah penganut agama lain kita hancurkan, tidak ada satupun penganut agama lain yang kita sakiti, sebaliknya yang kita beri penghargaan paling banyak adalah penganut agama lain tersebut [Haji Bambang]. Bahkan ketika Amrozy [salah satu pelaku] dimakamkan di Jawa Timur, tokoh-tokoh agama dari Bali ikut datang berdoa untuk keselamatan dan kedamaian Amrozy.

Dalam tataran kosmik, ini adalah kemenangan dharma melawan adharma yang sangat terang. Orang-orang yang menyakiti kita, kepada merekalah kita harus berterimakasih dan memberi penghargaan paling banyak.

– Karena orang-orang yang menggoda, menyakiti atau membuat kita sengsara, mereka sesungguhnya sedang memberikan kita kesempatan untuk membayar hutang karma. Membebaskan kita dari beban hutang karma buruk.

– Karena orang-orang yang menggoda, menyakiti atau membuat kita sengsara, mereka sesungguhnya sedang menyediakan dirinya untuk menjadi guru dharma tertinggi untuk kita secara gratis. Karena mereka sesungguhnya sedang melatih kita, guna membuat kita menjadi tenang, sabar dan bijaksana.

– Karena orang-orang yang menggoda, menyakiti atau membuat kita sengsara, mereka sesungguhnya sedang membukakan jalan bagi kita untuk memahami ajaran dharma. Orang yang hidupnya tanpa riak godaan, hanya bahagia, bahagia dan bahagia, biasanya cenderung sulit untuk memahami ajaran dharma. Tapi melalui godaan, penderitaan dan kesengsaraan, pintu pemahaman akan ajaran dharma akan terbuka untuk kita, membuat kita paham dan lebih mudah tersambung dengan ajaran dharma.

– Karena orang-orang yang menggoda, menyakiti atau membuat kita sengsara, mereka sesungguhnya sedang menyediakan barometer gratis untuk mengukur kualitas kebersihan bathin kita sendiri. Kalau kita belum bisa bersikap penuh welas asih dan kebaikan kepada orang-orang yang menggoda dan menyakiti kita, itu pertanda gamblang bahwa bathin kita belum bersih. Karena jiwa dan bathin yang sudah bersih, dia bisa memancarkan kasih sayang bahkan kepada orang yang menggoda, mencaci, menghina dan menyakiti.

 
– Orang-orang yang menyakiti kita, kepada merekalah kita harus berterimakasih dan memberi penghargaan paling banyak. Mereka telah begitu baik kepada kita. Karena demi seluruh sebab-sebab diatas, mereka rela menanggung karma buruk atau masuk neraka dari perbuatan mereka tersebut.

 

Kesadaran-kebijaksanaan inilah yang disebut sarva dharma [semuanya dharma], yang melenyapkan avidya [kebodohan] dan sad ripu [kegelapan bathin]. Sehingga seluruh tempat di segala penjuru semesta, seluruh pengalaman dan seluruh kejadian akan menghadirkan kemahasucian Brahman.

 
Sebagai hasilnya adalah puncak pencapaian di jalan dharma yang disebut sebagai kemenangan dharma melawan adharma, yaitu : ketika kita mampu membalas segala bentuk godaan dan kejahatan dengan welas asih dan kebaikan.

 

Aum shanti shanti shanti, semoga kedamaian meliputi segala penjuru semesta.

 

Rumah Dharma – Hindu Indonesia

Purnama Kapat, 11 Oktober 20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s