Jalanan di Bali Tertutup bagi Kendaraan Berpelat Non-DK

Jalanan di Bali Tertutup bagi Kendaraan Berpelat Non-DK

Jum’at, 20 Januari 2012 – 16:40 wib

Rohmat – Okezone.com

DENPASAR – Jika Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2000 diberlakukan sepenuhnya, maka jalan raya di Pulau Bali bakal tertutup bagi semua kendaraan roda dua dan empat yang berpelat nomor polisi di luar Bali (DK).

Poin yang melarang kendaraan berpelat luar Bali diatur dalam pasal 2, 3, 5 Perda No 8/2000 tentang Larangan untuk Memasukkan Kendaraan Bermotor.

”Kami hanya menjalankan aturan mengawal perda karena sejak lama sebenarnya aturan ini disosialisasikan. Tahun ini akan lebih ditingkatkan penertibannya,” ujar Kepala Satpol PP Bali I Gede Putu Putu Jaya Suartama saat jumpa pers di Denpasar, Jumat (20/1/2012).

Penertiban tahap awal akan diprioritaskan bagi kendaraan roda empat, baik milik perusahaan maupun pribadi. Hasilnya, razia di sejumlah lokasi ada 25 kendaraan berpelat luar Bali yang terjaring penertiban.

Suartama mengklaim dari pendekatan dan komunikasi dengan beberapa perusahan besar di Bali yang memiliki kendaraan operasional maupun dinas yang masih berpelat luar daerah, mereka bisa memahami aturan tersebut.

Disebutkan, ada 13 perusahan besar di Bali yang ditindak di antaranya perusahaan minuman ringan. Meski hanya memiliki kantor cabang di Bali, tetap saja kendaraan mereka harus menggunakan pelat Bali.

Gencarnya penertiban mobil pelat luar Bali itu tak lain bertujuan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Alasan lain, kata Suartama, penertiban kendaraan itu juga sebagai upaya untuk menekan tingkat kemacetan yang cukup parah di Denpasar dan sekitarnya.

Dengan populasi kendaraan yang saat ini cukup membengkak, maka kehadiran kendaraan pelat luar Bali dianggap sebagai salah satu biang kerok kemacetan lalu lintas.

Dari pendataan yang dilakukan, diprediksi kendaraan bermotor yang berpelat dari luar Bali. ada sekira 700 unit kendaraan roda empat yang masih beroperasi dengan pelat luar Bali.

Dia menjelaskan, bagi pelanggar pemilik kendaraan berpelat luar Bali namun mereka di Bali, bakal dikenai denda Rp5 juta atau hukuman kuruangan tiga bulan.

Meski demikian tidak semua kendaraan berpelat luar Bali dilarang beredar. Kendaraan yang melintas di Bali atau yang hanya tinggal sementara di Bali, diperbolehkan.

“Kami berharap perusahan atau perorangan yang memiliki kendaraan dari luar Bali agar segera mengurus proses mutasi dan sebagainya. Kami dengar dari Dispenda akan diberi kemudahan untuk proses mutasi,” imbuhnya.

Tercatat pula, selama 2011 ada sekira 1.400 unit kendaraan roda empat yang sudah melakukan mutasi dari luar Bali ke Bali.
(ton)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s